Jumat, 29 Maret 2013

Kesinambungan Kurikulum Secara Vertikal dan Horizontal


Kesinambungan Kurikulum Secara Vertikal dan Horizontal

1.      Pendahuluan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, yang mana didalamnya mencakup beberapa hal diantaranya adalah: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.
Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.
Dalam usaha untuk mengembangkan kurikulum, harus ada kesinambungan di setiap setiap jenjang pendidikan maupun dalam setiap mata pelajaran yang diajarakan. Yang kemudian lebih dikenal dengan kesinambungan kurikulum secara vertikal dan horizontal.  Untuk itu sebagai calon pendidik yang nantinya akan menjadi pelaksana dan pengembang kurikulum di lapangan, kita perlu memahami maksud dari kesinambungan kurikulum baik secara vertikal maupun horizontal, agar kurikulum yang dikembangkan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Berdasarkan Penjelasan diatas maka dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
Apakah yang dimaksud dengan kesinambungan secara vertikal dan horizontal dalam kurikulum?
Untuk rumusan masalah di atas, tentunya penulisan makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui maksud dari kesinambungan secara vertikal dan horizontal yang dalam kurikulum.

2.      Pembahasan
Kurikulum disusun agar dunia pendidikan dapat memenuhi tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Jika masyarakatnya berubah, maka kurikulumnya juga harus ikut berubah.dengan begitu program kurikulum yang dikembangkan sekolah bisa sesuai dan mampu menjawab terhadap tuntutan dan perkembangan kehidupan masyarakat dimana siswa nanti akan hidup.
Pengembangan kurikulum dapat terjadi kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang harus diperhatikan dalam kurikulum adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua itu hendaknya tercermin dalam kurikulum dalam setiap jenjang pendidikan yang ada secara berkesinambungan, baik secara vertikal, maupun horizontal. Hal tersebut sejalan dengan prinsip dasar pengembangan kurikulum yaitu kontinuitas atau berkesinambungan.
Prinsip kontinuitas yaitu adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. Dengan kontinuitas ini dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bisa maju secara sistematis, pendidikan pada kelas atau jenjang yang lebih rendah harus menjadi dasar dan dilanjutkan pada kelas dan jenjang yang ada di atasnya.
Dengan demikian akan terhindar dari tidak terpenuhinya kemampuan prasyarat awal siswa (prerequisite) untuk mengikuti pendidikan pada kelas atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi, juga terhindar dari adanya pengulangan-pengulangan program dan aktivitas belajar yang tidak perlu (negatively over laping) yang bisa menimbulkan pemborosan waktu, tenaga, dan dana. Untuk itu, perlu adanya kerjasama diantara para pengembang kurikulum dari berbagai kelas dan jenjang pendidikan.
Konsep prinsip kesinambungan memiliki beberapa makna. Yaitu:
a)      Kesinambungan Kurikulum Secara Vertikal
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah sistem pelaksanaan kurikulum sekolah. (1) penggunaan sistem kelas atau tanpa kelas pada dalam pelaksanaan kurikulum; (2) sistem unit waktu yang digunakan, (3) pembagian waktu untuk masing-masing bisang studi dan pokok bahasan. Kesinambungan kurikulum secara vertikal yaitu kesinambungan antara berbagai tingkat kelas maupun jenjang sekolah yang menyangkut beberapa hal berikut:
a.       Bahan pelajaran (subject matters) yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi sudah diajarkan pada tingkat pendidikan sebelumnya atau di bawahnya.
b.      Bahan pelajaran yang telah diajarkan pada tingkat pendidikan yang lebih rendah tidak diajarkan lagi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, ketumpang-tindihan dan keberulangan bahan pelajaran yang tidak perlu dapat dihindari.
Contoh penerapannya: Kurikulum muatan lokal di suatu SD dikembangkan secara berkesinambungan sesuai tahapannya masing-masing. Hal ini terlihat dalam pengembangan mata pelajaran bahasa inggris di sekolah ini. Penyampaian materi bahasa inggris dimulai sejak kelas I, padahal sebenarnya tidak ada kurikulum bahasa inggris bagi kelas I. Jadi, saat diadakan ujian akhir, siswa kelas I-III tidak mengikuti ujian akhir untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Penyampaian materi bahasa inggris yang dimulai sejak dini ini, dikarenakan para peserta didik telah mendapatkan pengenalan materi ini sejak usia prasekolah. Karenanya, sekolah meneruskan tahapan pengembangan mata pelajaran bahasa inggris dimulai dari kelas I hingga kelas VI secara bertahap agar pemahaman siswa dapat bertahan dan mereka memiliki pemahaman yang utuh.

b)     Kesinambungan Secara Horizontal
Struktur horizontal dalam kurikulum berkaitan dengan bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan diberikan pada peserta didik. Kesinambungan secara horizontal mempunyai makna bahwa  ada kesinambungan antara berbagai bidang studi, yang berkaitan dengan hubungan antara bidang studi yang satu dengan yang lainnya. Bahan yang diajarkan dalam berbagai bidang studi sering menyampaikan hubungan satu sama lainnya. Sehubungan dengan hal itu urutan dalam penyajian berbagai bidang studi hendaknya diusahakan sedemikian rupa agar hubungan tersebut dapat terjalin dengan baik.
Misalnya, untuk mengubah angka temperatur Skala Celcius ke skala Fahrenheit dalam IPA diperlukan keterampilan dalam pengalian pecahan (Matematika). Karena itu, pelajaran mengenai bilangan pecahan tersebut hendaknya sudah diberikan sebelum anak didik mempelajari cara mengubah temperatur.
Dalam prinsip kontinuitas ini Isi program dan penerapan kurikulum di setiap lembaga pendidikan harus memberi bekal bagi setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya secara berkesinambungan dan berkelanjutan (kontinuitas). Perkembangan anak dan proses belajarnya terus berjalan tanpa batas. Oleh karena itu program dan pengalaman belajar di setiap sekolah harus memberi inspirasi bagi setiap anak untuk maju keberlanjutan sehingga mencapai ketuntasan.
Keberlanjutan harus terjadi secara paralel antar kelas pada satu jenjang pendidikan, keberlanjutan antar jenjang pendidikan, maupun keberlanjutan antara jenjang pendidikan dengan tugas-tugas kehidupan di masyarakat (life skill). Oleh karena itu ketika setiap satuan pendidikan mengembangkan kurikulum, harus membaca dan mengetahui bagaimana program kurikulum di satuan pendidikan yang lainnya (horizontal maupun vertikal).

3.      Penutup
Dari pembahasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: kesinambungan secara vertikal berkaitan dengan kesinambungan bahan pelajaran serta pembagian waktunya dalam setiap jenjang pendidikan, sedangkan  kesinambungan secara horizontal berkaitan dengan hubungan antar setiap bahan pelajaran atau mata pelajaran antara satu dengan yang lainnya. Kesinambungan ini diperlukan agar terhindar dari adanya pengulangan-pengulangan program dan aktivitas belajar yang tidak perlu pemborosan waktu, yang bisa menimbulkan tenaga, dan dana.
Topik ini memberikan kita pemahaman tentang apa saja prinsip prinsip yang harus diperhatikan dalam rangka mengembangkan kurikulum, hal ini sangat berguna guna menciptakan suatu kurikulum yang baik dan efisien yang akan menyempurnakan kegiatan belajar mengajar baik itu di institusi Formal maupun non formal.





4.      Referensi

Abburrachman, ode. Dkk. 2006. “Sistem Organisasi dan Penyelenggaraan Kurikulum” (online) http://infolepas.blogspot.com/2006/05/sistem-organisasi-dan-penyelenggaraan.html. Diakses 26 Maret 2013
Chamisijatin, Lise dkk. 2008. Pengembangan Kurikulum SD 3 SKS. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional
Dea. 2011. “Prinsip-prinsip pengebangan kurikulum”. (online)      http://dheekape.blogspot.com/2011/11. Diakses 26 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar