Senin, 03 Juni 2013

PRINSIP PELAKSANAAN MUATAN LOKAL



PEMBAHASAN
A.    Ruang Lingkup Muatan Lokal
1.      Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah.
Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya yang diperlukan oleh masyarakat, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, serta disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah meliputi kebutuhan untuk:
a.       Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.
b.      Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah.
c.       Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan seharihari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat).
d.      Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

2.      Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

B.     Rambu- Rambu Pelaksanaan Muatan Lokal
Berikut ini rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan muatan lokal:
a.       Menentukan mata pelajaran muatan lokal untuk setiap tingkat kelas yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan kesiapan guru yang akan mengajar.
b.      Sekolah yang mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta silabusnya dapat melaksanakan mata pelajaran muatan lokal. Apabila sekolah belum mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta silabusnya sekolah dapat melaksanakan muatan lokal berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah yang terdekat yang masih dalam satu daerahnya.
c.       Pengelolaan guru, hendaknya:
1.      Memperhatikan relevansi antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diajarkannya
2.      Diusahakan yang pernah mengikuti penataran, pelatihan atau kursus tentang muatan lokal.
3.      Dapat juga menggunakan nara sumber yang lebih tepat dan professional. Misalnya untuk kesehatan menggunakan tenaga kesehatan, pertanian menggunakan penyuluh pertanian, dan kesenian memanfaatkan seniman yang ada dilingkungan sekitar sekolah.

d.      Pengorganisasian bahan, hendaknya:
1)        Kegiatan pembelajaran muatan lokal tidak mengganggu peserta didik dalam mencapai kompetensi kurikulum nasional, dan menghindari adanya pekerjaan rumah.
2)        Memanfaatkan sumber daya yang terdapat di lingkungan sekolah secara optimal.
3)        Diupayakan dapat dipenuhi oleh instansi terkait.
4)        Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, baik perkembangan pengetahuan, cara berpikir, maupun perkembangan social dan emosionalnya;
5)        Dikembangkan dengan memperhatikan kedekatan dengan  peserta didik, baik secara pisik maupun psikis;
6)        Dipilih yang bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari;
7)        Bersifat fleksibel, yaitu member keleluasaan bagi guru dalam memilih metode dan media pembelajaran;
8)        Mengacu pada pembentukkan kompetensi dasar tertentu secara jelas.

e.       Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
f.     Kerjasama antar Instansi
Untuk  mewujudkan tujuan kurikulum muatan lokal, perlu diupayakan kerjasama antar instasi terkait, antara lain berupa:
1)    Pendanaan;
2)   Penyediaan nara sumber dan tenaga ahli;
3)   Penyediaan tempat kegiatan belajar; dan
4)        Hal-hal lain yang menunjang keberhasilan pembelajaran muatan lokal (E. Mulyasa, 2009).

C.      Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal
Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal hampir sama dengan mata pelajaran lain, garis besarnya adalah sebagai berikut:
1)    Mengkaji silabus
2)    Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3)    Mempersiapkan penilaian.
4)    Melakukan pembelajaran
5)    Melakukan evaluasi.
6)    Melakukan tindak lanjut.
Prinsip penyelenggaraan kegiatan pembelajaran  muatan lokal, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Materi sederhana sehingga konsep yang ditanamkan tidak terbenam oleh kompleksnya kegiatan
  2. Berhubungan dengan kejadian nyata atau fakta sehari-hari sehingga selalu berkaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari
  3. Melibatkan siswa secara aktif
  4. Menggunakan bahan dan alat-alat yang biasa mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari
  5. Berkaitan dengan keperluan belajar lebih lanjut
  6. Materinya tidak boleh tumpang tindih dengan muatan nasional agar tidak terjadinya pemborosan sumber daya pendidikan termasuk jam pelajaranyang terbatas.
  7. Sesuai dengan kebutuhan lokal (sekolah, peserta didik). Kesesuaiannya dengan kebutuhan ini idealnya didahului kajian oleh sekolah atau gugus sekolah dengan semaksimal mungkin melibatkan tokoh masyarakat atau orang tua siswa.
  8. Memberikan manfaat bagi peserta didik, baik untuk kehidupannya saat ini maupun dimasa yang akan datang.
  9. Tersedia potensi yang mendukung di sekitar sekolah atau dapat di akses oleh sekolah.
Dalam kurikulum lokal, paling tidak harus dikandung tiga hal, yaitu :
1.      Kebudayaan lokal
2.      Ketrampilan-ketrampilan khusus yang dibutuhkan oleh siswa dalam rangka aktualisasi dirinya
3.      Kelestarian lingkungan hidup, meliputi:
a.        Bidang pertama meliputi bahasa daerah & kesenian yang diperlukan agar anak dapat menghayati lingkungan budaya lokalnya tempat ia tinggal.
b.      Bidang yang kedua meliputi bahasa asing yang diperlukan karena tuntutan lokal ketrampilan-ketrampilan khusus dalam bidang tertentu (misalnya di SLTP yang menyelenggarakan program ketrampilan) yang diharapkan mulai meletakkan sikap dan ketrampilan produktif. Melalui ketrampilan tersebut, seseorang diharapkan dapat menolong dirinya sendiri, mencari nafkah untuk hidupnya.
c.       Bidang ketiga yaitu lingkungan hidup amat diperlukan karena dewasa ini terjadi degradasi mutu lingkungan hidup akibat tidak terkendalinya penggunaan sumber daya lingkungan (air, tanah, udara, hutan).
Tindak Lanjut Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal erat kaitannya dengan hasil penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran. Bentuk tindak lanjut ini, bisa berupa perbaikan terhadap proses pembelajaran, misalnya dengan membentuk kelompok belajar, dan group kesenian. Tindak lanjut ini bisa juga dengan melakukan kerja sama dengan masyarakat, misalnya untuk memasarkan hasil (produk) pembelajaran muatan lokal. Dalam hal pemasaran hasil ini, lebih menekankan kepada SMA/MA, dan SMK, karena untuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah mungkin hasilnya belum layak dipasarkan, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya. Semua itu merupakan kewenangan guru dan kepala sekolah, dan bisa juga bekerja sama dengan komite sekolah. Dengan demikian, melalui pembelajaran muatan lokal ini, diharapkan dapat melahirkan lulusan-lulusan yang kreatif dan produktif,serta siap untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara (E. Mulyasa, 2009).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar